![]() |
| Ilustrasi Pelabuhan Pomako, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua. |
“Hingga kini masalah Pomako antara masyarakat asli Papua dengan masyarakat nusantara belum diselesaikan secara baik,” kata Mathea, Kamis (5/10/2017).
Menurut dia, dinas kelautan dan perikanan juga bertanggung jawab dalam masalah ini, karena pertikaian diduga akibat dari kecemburuan bantuan fasilitas menangkap ikan kepada salah satu kubu nelayan.
“Ini yang membuat nelayan lokal cemburu, dan memunculkan pergesekan,” ujar Mathea menambahkan.
Akibat pertikaian antara nelayan di Pomako menyebabkan seorang warga sipil berrnama Teyo Kamter meninggal dunia karena terkena tembakan yang diduga dilakukan oknum TNI. Selain itu dua anggota TNI, Serka Yusuf dan Kopda Andi juga mengalami luka bacok.
Mathea menyayangkan hingga sekarang belum jelas penyelesaiannya. Ia berharap masalah itu tidak didiamkan. “Agar nelayan asli Papua dan nelayan nusantara tidak ada gesekan,” katanya.
Wakil Ketua Komisi I DPR Papua, bidang politik, hukum, dan HAM, Orwan Tolli Wone mengatakan agar pemerintah setempat bersama aparat penegak hukum berperan aktif menyelesaikan.
“Harus ada kejelasan penyelesaian dan kedua kubu dipertemukan mencari solusi,” kata Orwan.
Ia berharap setelah ada titik temu seharusnya dituangkan dalam surat penyataan oleh kedua pihak. “Aagar tidak ada lagi masalah dikemudian hari," katanya. (*)
Copyright ©Tabloid JUBI "sumber"
Hubungi kami di E-Mail: tabloid.wani@gmail.com
Category
Nelayan
