Cookie [false/7]

Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.

Contact Form

Dark mode Logo

Dark mode Logo

Default Image

timeago

Related Posts

×

KNPB : SERAKAN ASPIRASI DI JALAN SETELAH AKSES KE DPR PROVINSI PAPUA TERHALANG APARAT

No. 1 PAPUA Merdeka News | Portal Posted by:  Copyright ©(...) "sumber" Hubungi kami di E-Mail ✉: tabloid.wani@gmail.com


Jayapura, 3 Agustus 2026 – Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menggelar aksi nasional secara serentak di berbagai wilayah Papua pada Senin (3/8). Aksi yang mengusung tema "Darurat Militer dan Kemanusiaan" tersebut berlangsung damai dan tertib meskipun diwarnai berbagai tantangan selama pelaksanaannya.

Di Kota Jayapura, massa aksi yang berangkat dari sejumlah titik berencana menyampaikan aspirasi ke Gedung DPR Papua. Namun, dalam perjalanan mereka dihadang aparat keamanan gabungan yang telah disiagakan sebelumnya. Menurut penyelenggara aksi, pengamanan melibatkan sekitar 1.600 personel sehingga massa tidak dapat melanjutkan perjalanan menuju kantor DPR Papua.

Menyikapi situasi tersebut, tim lobi KNPB melakukan koordinasi dengan pimpinan DPR Papua. Hasilnya, perwakilan DPR Papua turun langsung menemui massa dan menerima aspirasi di Jalan Perumnas III, Waena, Jayapura.

Dalam penyampaian aspirasi, ribuan peserta aksi membentangkan berbagai pamflet dan baliho yang berisi tuntutan terkait situasi kemanusiaan di Papua. Massa menyoroti dugaan pembunuhan dan pelanggaran hak asasi manusia yang, menurut mereka, terjadi sebagai dampak dari konflik bersenjata antara TPNPB dan TNI, yang disebut telah menimbulkan korban di kalangan masyarakat sipil.

Ketua I KNPB Pusat, Warius Sampari Wetipo, dalam orasi politiknya menyampaikan kritik terhadap kebijakan Pemerintah Republik Indonesia yang dinilai meningkatkan kehadiran personel militer di Papua. Menurutnya, kondisi tersebut berkontribusi pada terus bertambahnya korban akibat konflik yang berlangsung.

Dalam kesempatan yang sama, Sampari menyampaikan bahwa solusi yang ditawarkan KNPB adalah penghentian penggunaan senjata oleh kedua pihak yang bertikai serta pembukaan perundingan internasional guna mencari penyelesaian menyeluruh terhadap akar persoalan Papua.

Ia juga meminta perwakilan DPR Papua dan Komnas HAM Perwakilan Papua untuk menindaklanjuti aspirasi tersebut kepada pemerintah pusat. Menurutnya, aksi pada 3 Agustus 2026 merupakan tahap awal dari rangkaian mobilisasi yang akan berlanjut dengan aksi yang lebih besar pada 15 Agustus 2026. Ia berharap pada agenda berikutnya DPR Papua dapat menerima aspirasi masyarakat secara langsung di gedung DPR Papua.

Secara umum, aksi nasional KNPB di Jayapura berlangsung aman dan tertib hingga selesai. Tidak terjadi tindakan anarkis selama pelaksanaan kegiatan, meskipun sebelumnya muncul berbagai imbauan dari sejumlah tokoh adat, tokoh pemuda, dan pihak lainnya yang mengajak masyarakat untuk tidak mengikuti aksi tersebut. 

Penulis: admint




Post a Comment