![]() |
| Sumber Foto: Sidang Rapat Anggota Pemilihan Ketua HIMPPAR |
Tabloid-Wani.com,
Salatiga, Sabtu 10 April 2017, Himpunan Mahasiswa Pelajar Papua Barat (HIMPPAR)
Salatiga menggelar sidang rapat anggota dengan agenda Laporan
pertanggungjawaban, Pelantikan dan Serah Terima Jabatan berlangsung di Fakultas
hukum gendung F.144. Sidang Laporan
Pertanggungjawaban, Pelantikan dan Serah Terima Jabatan telah berlangsung pada 8
April 2017 Pukul 08:00-16:00 WIB.
Sebelumnya, pada tanggal 28 Maret April
2017 badan pengurus HIMPPAR periode 2014-2016 telah mengeluarkan surat
keputusan tentang pembentukan Badan Formatur. Berdasarkan surat Keputusan tersebut, maka
pada tanggal 1 Maret 2017 Badan formatur mengadakan rapat dengn agenda membahas
segala kesiapan dan persiapan dalam rangka menunjang pelaksanaan pemilihan ketua HIMPPAR
yang baru. Dari rapat tersebut, badan formatur telah terbentuk secara sah
berdasarkan SK sebelumnya, dan memutuskan akan dilakukan beberapa agenda kerja
HIMPPAR oleh Badan formatur sebagai teransisi kepenguran HIMPPAR. Selain itu,
Badan formatur mengeluarkan Formulir pendaftaran pada tanggal 15 Maret 2017 dan
ditutup 21 maret 2017 Kemudian dilanjutkan dengan Verifikasi faktual bagi bakal
calon ketua HIMPPAR melalui rapat anggota pada tanggal 24 maret 2017. Dari hasil verifikasi itu, 6 orang yang didaftarkan
sebagai bakal calon, badan formatur menetapkan 4 calon tetap ketua HIMPPAR
kamudian pada tanggal 28 Maret 2017 melaksanakn sidang rapat anggota dengan
agenda pemilihan ketua HIMPPAR periode 2017-2019. Dari ke empat tersebut, hanya
tiga orang yang ikut, sementara satu calon dinyatakan gugur karena mengundurkan
diri.
Dari hasil pemilihan Ketua HIMPPAR
tersebut, Herry Gabriel Wenda
ditetapkan sebagai ketua terpilih berdasarkan perolehan suara terbanyak. Pada
hari, 08 April 2017 lalu, HIMPPAR kembli melaksanakan sidang rapat anggota
dengan agenda Laporan Pertanggungjwaban, Pelantikan dan Serah Terima Jabatan
Ketua HIMPPAR terpilih periode 2017-2019.
Disela-sela pelantikan tersebut, repoter
Tablid-Wani.com mewawancarahi BPH HIMPPAR periode 2014-2016 tentang pengalaman
dimasa kepemimpinan mereka. Menurut Donius Tabuni, ketua HIMPPAR lama
menyampaikan bahwa kami telah lakukan banyak hal terkait dengan berbai
aktivitas. Berdasarkan visi-misi yang saya paparkan, kepenguruan kami melakukan
penyatuhan antar anggota agar kami hidup dalam kekeluargaan dibawah naungan
HIMPPAR di Kota Salatiga. Masa kepemimpinan kami telah melakukan berbagai kegiatan berskala lokal maupun Nasional. Sebagai contoh, tahun 2016 kami mengundang Prof.Yohana
Susana Yembise dalam menyampaikan materi pada acara pelatihan kepemimpinan
tingkat Lanjut di HIMPPAR, yang kedua kami mengundng Kapolda Jawa Tengah, untuk
hadir dalam acar bakar batu (brapen). Pada acara itu pula, HIMPPAR mengahadirkan Wali Kota Salatiga, DPRD,
500 RT dan 100 RW. Tujuan daripada acar ini adalah mengubah citar Masyarakat
Pribumi di Salatiga dan sekitarnya yang biasanya beranggapan bahwa Mahsiswa
Papua itu pemabuk, pengacahu, peribut dan lain-lain yang berpengaruh pada
sulitnya mendapatkan tempat kos, rumah kontrakan dan lainnya. Pada kagiatan
itu, HIMPPAR secara tegas menyampaikan bahwa apa yang selama ini dipikirkkan
itu tidak benar dan salah, oleh karennya melalui acara ini kami saling percaya,
memberikan kami tempat kos, konterakan dan menghapuskan istigma sebagai
kontruksi sosial yang tidak benar itu.
Kapolda Jawa tengah juga menyampaikan
bahwa kegiatan ini sangat positif dan pada kesempatan ini saya mau menitip anak-anak dari Papua di
Kota Salatiga. Dan untuk itu, jagalah mereka baik-baik agar dengan bebas mereka
mendpatkan gelar dan pulang ke Papua untuk membangun negeri mereka.
Sementara oleh Minda Korwa, BPH lama, bahwa
kami telah mendapatkan banyak hal di HIMPPAR, kami telah mendapatkan
pengetahuan kepemimpinan, kesabaran, kejujuran, tanggungjawab dan lainnya. Hal yang
sama disampaikan oleh Lexi Sueb,lanjutnya, kami telah dididik jadi pemimpin oleh
HIMPPAR dan diharapkan kepengurusan berikutnya lebih baik dari kepengurusan
kami, tegasnya.
Reporter Media ini juga mewawancarhi
tentang berapa banyak sebenarnya Mahasiswa/I yang sedang study di Salatiga,
menurut badan pengurus lama, bahwa jumlah kesuluruhan Mahasiswa pelajar Papua
di Salatiga sebanyak 750 orang, dan akan ada peningkatan secara terus menerus. Dengn
banyaknya jumlah Mahasiswa Papua di Salatiga tersebut, maka kini mulai Nampak sikap
cuek, kami harap kepengurusan baru harus membuat suatu probosan baru untuk memberikan kesadaran akan pentingnya
kebersamaan yang akan di bangun dalam HIMPPAR ini.
Kegiatan pelantikan diakhiri dengan
Ibadah dan pembacaan Naskah Pelantikan yang disiapkan oleh badan formatur 2017.
Posted by: Otis E.Tabuni
Copyright ©.......... | Hubungi kami di E-Mail: tabloid.wani@gmail.com
Category
Kegiatan
