- No. 1 PAPUA Merdeka News | Portal Posted by: Copyright ©(...) "sumber" Hubungi kami di E-Mail ✉: tabloid.wani@gmail.com
.jpg)
- Jayapura, Wilayah Mamta — 1 Desember 2025. Gerakan Rakyat Pembebasan West Papua (GR-PWP) bersama masyarakat West Papua baik di dalam negeri maupun di luar negeri memperingati Hari Lahir Manifesto Politik Bangsa Papua ke-64 melalui rangkaian ibadah syukuran yang digelar di halaman West Papua Legislative Council. Peringatan ini diklaim sebagai wujud kesadaran politik dan nasionalisme Papua yang terus bertumbuh.
- Acara dibuka dengan mengheningkan cipta selama tiga menit untuk menghormati para leluhur dan pejuang Papua yang telah mendahului. Ratusan warga Papua memadati lokasi peringatan, membawa suasana haru sekaligus semangat perjuangan yang kuat.
- Dalam ibadah tersebut, tampak bendera Bintang Kejora dan bendera GR-PWP dikibarkan oleh peserta. Pengibaran simbol-simbol tersebut disebut sebagai tanda bahwa rasa nasionalisme Papua semakin menguat di wilayah pemerintahan sementara West Papua.
- Firman Tuhan disampaikan oleh Perdana Menteri Pemerintah Sementara ULMWP, Rev. Edison Waromi, SH, yang membawakan renungan dari Injil Yohanes dengan tema: “Tiada yang Mustahil bagi Kristus.” Ia menegaskan empat poin penting bahwa perjuangan politik Papua harus dijalankan dengan rasa takut akan Tuhan, iman yang kokoh, serta kesetiaan moral dalam menghadapi berbagai tantangan.
- Ibadah syukuran itu dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Legislatif Council Pemerintah Sementara ULMWP Hon. Buctar Tabuni, Sekretaris Pusat GR-PWP Tuan Danno Tabuni, Ketua GR-PWP Wilayah Tabi Tuan Jefris Wenda, para pengurus wilayah, serta ratusan warga Papua.
- Setelah doa penutup yang dipimpin Pdt. Armin Towolom, ibadah resmi ditutup sekitar pukul 16.30 WIT. Usai ibadah, Perdana Menteri Rev. Waromi menyampaikan pidato politik. Ia menyebutkan bahwa perjuangan Papua kini telah memasuki tahap diplomasi yang lebih luas, melibatkan negara-negara Pasifik, Afrika, dan Karibia, serta pembahasan di lima negara pemegang hak veto. Ia juga menegaskan bahwa isu Papua mulai diperbincangkan dalam forum-forum internasional serta di sejumlah kampus besar dunia.
- Pada sore hari, Rev. Waromi bersama Hon. Buctar Tabuni menghadiri undangan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di Kamwolker, Waena. Dalam forum tersebut, para pemimpin politik Papua berdiskusi mengenai format persatuan yang dapat menyatukan seluruh faksi perjuangan, mengingat adanya perbedaan strategi dalam memperjuangkan tujuan bersama.
- Diskusi menghasilkan kesepakatan bahwa persatuan yang solid menjadi syarat utama bagi terwujudnya hak penentuan nasib sendiri bangsa Papua. Para pemimpin juga menggarisbawahi momentum 6 Desember, hari lahirnya ULMWP pada 2014, sebagai waktu strategis untuk memperkuat konsolidasi politik.
- Kegiatan yang berlangsung kondusif tersebut akhirnya ditutup sekitar pukul 17.15 WIT dengan pembubaran massa secara tertib.
